Selamat Datang di BALITA BAGUS!
Kami menyediakan berbagai informasi tentang Ibu, Bayi dan Balita yang diambil dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat, Thank you for visiting…
Selamat Datang di BALITA BAGUS!
Kami menyediakan berbagai informasi tentang Ibu, Bayi dan Balita yang diambil dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat, Thank you for visiting…

KISTA ENDOMETRIOSIS
Nyeri setiap kali haid? Hati-hati….bisa jadi itu gejala endometriosis….tapi bisa jadi itu juga gejala kista…!!!
Rahim wanita memang unik, namun karena keunikannya itu ada beberapa penyakit yang bisa mematikan. Yang parah adalah kanker leher rahim (serviks) dan kanker radang panggul. Lalu bagaimana dengan kista dan endometriosis? Apa sih penyebabnya?
Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Endometrium merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid. Meskipun bukan kista ganas, endometriosis perlu diwaspadai karena 26% dari kasus kista endometriosis dapat berlanjut menjadi kanker. Sayang, penyebabnya belum diketahui pasti. Endometriosis, meski sedikit, tapi kalau menyebabkan nyeri hebat setiap kali mens, tentu bisa mengganggu. Kalau endometriosis ringan, begitu hamil, biasanya endometriosisnya malah sembuh, karena endometriosis, akan dikeluarkan selama haid. Selama tidak haid, ia biasanya mati/tidur.
Sementara kista adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar. Kista ini disebut juga kista coklat, karena di dalamnya ada cairan berwarna coklat kehitaman berasal dari darah yang mengental dan membeku.
Teori lama mengatakan bahwa salah satu penyebab kista endometriosis adalah mutasi genetik. Penyebab yang paling dicurigai adalah polutan, salah satunya adalah asbes. Oleh karena itu, banyak kasus kista tersebut ditemui pada negara-negara industri. Bahkan, ada studi yang menemukan kasus ini kerap muncul pada perempuan karier di negara industri.
Sebenarnya setiap wanita rawan menderita penyakit ini karena setiap bulan mengalami haid. Hanya saja yang membedakannya adalah ukuran besarnya (diameter). Kista yang dianggap “aman” adalah kista yang memiliki diameter di bawah atau tidak lebih dari 4 cm, biasanya bisa sembuh dengan pengobatan terapi hormon Gn-Rh selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Obat ini bisa dikonsumsi anal ataupun disuntikkan. Kista berukuran di atas 4 cm cenderung terpuntir dan biasanya harus diangkat melalui operasi, jika tidak di operasi maka kista bisa kekurangan oksigen sehingga timbul nyeri yang sangat.
Besar kista di atas 4 cm biasanya bukan kista folikel tapi kista fungsional. Kista folikel adalah kista yang pecah setiap menjelang masa subur. Pada saat haid, biasanya tidak ada folikel. Begitu saat haid ada massa, berarti kista fungsional. Untuk meyakinkannya, dilakukan USG saat haid.
Menurut Dr. R. Noegroho Hadi, SPOG, dokter RS Bethesda yang sering memeriksa saya, dulu kista dianggap penyakit yang “memalukan” – penyakit yang hanya diderita oleh wanita yang suka bergonta-ganti pasangan. Ini adalah anggapan yang salah. Sekarang, seorang wanita atau gadis pun bisa terkena kista endometriosis. Memang kita sulit untuk mencegahnya tapi paling tidak bisa mengurangi resikonya. Caranya dengan tidak turun naik tangga atau berolah raga ketika sedang menstruasi. Mengapa? Karena darah menstruasi bisa masuk kembali ke saluran telur (tuba falopii) dengan membawa jaringan (endometrium) dari lapisan dinding rahim sehingga jaringan tersebut menetap dan tumbuh di luar rahim. Perkembangan kista bisa sangat cepat, bisa jadi dalam hitungan bulan dapat terjadi peningkatan ukuran diameter.
Bagaimana, mengenali gejala endometriosis dan kista? Berikut beberapa gejala yang hampir sama dan harus diwaspadai:
Untuk mengatasinya, upaya yang dilakukan sekarang lebih ke pencegahan. Misalnya menerapkan pola makan sehat, tidak perlu makanan yang mahal-mahal, yang penting mengandung gizi yang cukup, misalnya sayur-sayuran. Sebisa mungkin usahakan mengonsumsi 4-5 jenis sayuran yang berbeda, ditambah dengan tempe, tahu atau ikan, dan pola hidup yang sehat dan baik – istirahat yang cukup dan olah raga secara teratur – serta melakukan check-up medis minimal setahun sekali untuk ibu-ibu atau wanita yang sudah pernah berhubungan seks. Dengan pemeriksaan teratur, gejala awal bisa terdeteksi lebih dini.
Written by : Any Sulianti, ST.,MM (Yogyakarta)

Penulis: Agus Firmansyah
Bayi menangis merupakan hal yang lumrah. Tetapi bila tangisnya sukar dihentikan dan terjadi berjam-jam tentulah akan membuat waswas orangtua. Apa yang salah pada bayi ini?
Menangis merupakan cara bayi menyatakan lapar, rasa tidak nyaman, lelah,nyeri dan takut. Rasa tidak nyaman timbul bila bayi kencing, berhajat, kegerahan, kedinginan, gatal, dan sebagainya. Pada bayi normal, sampai ia berusia kira-kira 6 minggu biasanya frekuensi menangisnya tinggi, dan kemudian berangsur-angsur berkurang sampai ia berusia 4 bulan. Dan pada usia selanjutnya, bayi umumnya hanya menangis pada sore atau malam hari.
Bayi menangis berlebihan
Bila bayi menangis secara berlebihan, ini bisa merupakan gejala bahwa ia menderita berbagai penyakit atau keadaan tertentu. Beberapa penyebab yang penting dan memerlukan tindakan segera di antaranya adalah radang telinga, infeksi saluran kemih, nyeri akibat jatuh, volvulus (usus berputar), invaginasi (satu bagian usus masuk ke dalam bagian usus yang lainnya sehingga menimbulkan sumbatan usus), hernia inkarserata (kondor yang tidak masuk lagi dan terjepit), torsio testis (buah zakar terputar), dan acute abdomen (keadaan gawat perut). Namun biasanya penyakit-penyakit serius ini disertai dengan gejala atau tanda lain, sehingga dokter yang berpengalaman akan dapat mendeteksinya.
Di samping itu, beberapa gangguan saluran cerna juga sering menyebabkan bayi menangis berkepanjangan. Bayi yang lapar tentu akan menangis terus sampai di beri minum. Sebaliknya, pemberian makan dan minum yang berlebihan juga akan membuat bayi menangis berkepanjangan karena perutnya terlampau teregang dan menimbulkan nyeri perut. Demikian pula bila bayi terlalu banyak menelan udara, akibat kesalahan teknik waktu menyusui atau memberikan susu botol, misalnya. Bayi yang mengalami sembelit juga sering menangis Bila tidak ditemukan kelainan-kelainan organik seperti di atas yang membahayakan jiwa bayi, maka menangis yang berlebihan pada bayi disebut kolik.
Gejala Kolik pada bayi
Kolik menyerang kira-kira 15-25% bayi. Sampai saat ini, penyebab terjadinya kolik pada bayi masih merupakan misteri. Sudah banyak ahli yang meneliti masalah ini, tapi tampaknya belum ada hasil yang memuaskan. Gejala kolik biasanya dimulai dengan muka yang memerah atau mimik wajah yang tampak aneh, diikuti dengan menarik kaki ke atas, lalu menangis kuat yang bisa berlangsung selama beberapa jam. Semua tanda-tanda tersebut terjadi karena perut bayi kejang.
Serangan kolik pada bayi biasanya dimulai pada saat ia berumur beberapa minggu, dan berakhir atau sembuh dalam waktu 3-4 bulan. Meskipun sering terjadi pada malam hari di sekitar waktu makan malam, serangan kolik ini dapat pula terjadi terputus-putus pada siang hari. Di luar waktu serangan, biasanya bayi dapat tidur dengan nyenyak.
Bagaimana mengatasi kolik pada bayi ?
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter anak. Bila tidak ditemukan penyakit berbahaya seperti yang telah disebutkan, maka dokter akan mencari kemungkinan lain, yang biasanya berhubungan dengan pencernaan. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani kolik pada bayi
Untuk menghindari kolik, bila menyusui bayi, pastikan mulut bayi melekat pas pada puting susu ibu. Bila tidak pas, selain bayi akan menelan udara berlebihan, ASI yang dikonsumsi bayi juga akan kurang. Di samping itu, jika bayi menyusu hanya sekejap pada tiap payudara, kepuasan menyusu pada bayi juga akan berkurang. Ini karena bayi hanya minum susu awal, yang banyak mengandung aktosa (gula susu), tetapi rendah kandungan lemak dan proteinnya. Padahal, masukan laktosa yang tinggi bisa menimbulkan gangguan penyerapan laktosa, yang bisa mengakibatkan bayi mengalami kembung dan nyeri perut.
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar sepertiga kasus kolik pada bayi disebabkan oleh alergi terhadap protein susu sapi. Senyawa ini dapat ditemukan pada ASI dari ibu yang mengkonsumsi susu sapi. Dalam kondisi ini, sebaiknya ibu tidak mengkonsumsi susu sapi. Bila kemudian kondisi bayi ternyata membaik, maka diet ibu yang bebas susu sapi harus terus dipertahankan selama 3-4 minggu atau mungkin lebih. Namun, bila dengan cara ini ternyata kolik pada bayi tidak mereda dalam waktu 4-5 hari, maka ibu dapat kembali ke diet semula. Karena berarti kolik itu bukan disebabkan oleh diet ibu.
Penting sekali menangani bayi kolik sedini mungkin. Karena, perasaan yang tidak menyenangkan, tentu bukan merupakan awal yang baik untuk menempuh kehidupan selanjutnya.
Sumber: idai.or.id

dikutip dari : http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=14567
PERIKSAKAN JIKA TAK INGIN KEBABLASAN
Mimisan memang bukan penyakit baru. Keluarnya darah dari hidung ini tak jarang hanya dianggap sekadar panas dalam oleh masyarakat awam. Jika terjadi berulang-ulang, waspadalah. Bisa saja itu merupakan gejala penyakit yang lebih serius.
Mimisan alias keluarnya darah dari hidung atau terjadinya perdarahan di hidung, bisa saja terjadi secara spontan. Misalnya, akibat trauma atau terbentur, dikorek-korek oleh jari tangan , atau masuknya benda asing masuk ke dalam hidung. Sebaliknya, ada juga darah yang keluar dari lubang hidung tanpa diketahui, misalnya ketika sedang tidur, berolah raga, atau di mana saja. Kejadian ini dikenal dengan mimisan atau istilah medisnya epistaksis.
Dari penyebabnya, jelas Dr. Chospiadi Irawan, SpPD, KHOM, mimisan dibedakan menjadi dua bagian. “Yang pertama disebabkan faktor organik atau adanya kelainan organ dan kedua adalah gangguan medik atau adanya gangguan pembekuan darah.” Mimisan karena kelainan organ bawaan akan terlihat sejak usia dini. Anak dipastikan sering mengalami mimisan. Biasanya terjadi pada usia balita atau anak usia aktif.
Begitu anak stres, beraktivitas, dan teriritasi, ia mimisan. Mungkin si kecil memiliki kelemahan pada organ hidung atau pembuluh darah hidungnya. “Namun, idealnya, sejak anak-anak tidak terjadi mimisan karena orang normal memiliki toleransi terhadap suhu di lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, ia punya daya tahan tubuh yang baik.”
Pemicu terjadinya mimisan pun tergantung dari kedua penyebab di atas. Jika disebabkan kelainan organik, biasanya mimisan terjadi akibat adanya rangsangan dari zat-zat yang mengandung toxic (racun) atau gas, suhu yang ekstrem, misalnya udara yang sangat panas dan kering, serta udara yang sangat dingin. Kondisi-kondisi tersebut dapat mengakibatkan iritasi atau erosi pada pembuluh darah di dalam hidung.
Pada beberapa kondisi, mimisan umumnya diakibatkan oleh kelemahan-kelemahan bawaan. Misalnya, pembuluh darah di hidungnya melebar (varises) atau justru tipis (aneurisma). “Bisa juga karena pembuluh darahnya rapuh dan lebih ramai, sehingga lebih mudah mengalami iritasi hanya dengan pemicu yang ringan saja.”
Yang berikut, mimisan yang disebabkan gangguan medik atau adanya gangguan pembekuan darah. Pada prinsipnya, ujar Chospiadi, saat sedang beraktivitas sehari-hari, manusia membutuhkan faktor pemeliharaan pembekuan darah. Baik secara primer maupun sekunder. “Yang primer adalah pembuluh darahnya dan trombosit. Trombosit adalah sel-sel darah merah yang bereaksi pertama kali ketika terjadi luka. Analoginya, pada kasus demam berdarah trombosit menjadi rendah karena dimakan oleh virus. Nah, setelah ia bereaksi menutup luka, lalu ia memicu faktor yang kedua, yaitu pembekuan darah. Pada umumnya mimisan itu terjadi pada gangguan primer, yaitu pada pembuluh darah dan trombosit.”
Bagi manusia normal, lanjutnya, pada kondisi tertentu masih bisa menolerir suhu-suhu yang ekstrem. “Orang normal, pergi ke puncak Gunung Himalaya enggak akan terkena mimisan. Begitu pun ia akan tenang-tenang saja ketika berlari di padang yang panas dan kering. Sebab, dia dapat beradaptasi dengan suhu di sekitarnya. Misalnya, pembuluh darahnya akan menyempit sendiri ketika berada di suhu yang dingin dan sebaliknya.”
BUKAN TURUNAN
Mimisan karena kelainan organik biasanya terjadi secara uniteral atau asimetris, di mana darah hanya keluar dari salah satu lubang hidung. Bisa dari kiri atau kanan saja. “Namun, jika mimisannya karena gangguan medik, perdarahan bisa terjadi berganti-ganti pada dua sisi hidung,” jelas Chospiadi.
Mimisan yang disebabkan gangguan medik inilah yang patut diperhatikan lebih lanjut. Sebab, bisa saja merupakan sebuah gejala bagi suatu penyakit yang lebih serius. Misalnya, pada demam berdarah yang menimbulkan gejala penyakit yang menganggu trombosit dan pembuluh darah. “Jika mengalami demam lebih dari tiga hari, lalu keluar bintik-bintik merah di kulit dan dibarengi dengan mimisan, tentu harus semakin wasapada. Ini biasa terjadi pada demam berdarah stadium yang lebih tinggi.”
Bagi orang normal yang tadinya sehat-sehat saja lalu mendadak mimisan, misalnya saat sedang tidur atau berolah raga dan dibarengi dengan demam, ia harus waspada. Mimisan seperti ini, tutur Chospiadi, arahnya sudah ke gangguan medik. “Jika orang itu tiba-tiba kulitnya membiru di beberapa bagian disertai mimisan, bisa saja itu gejala leukemia (kanker darah).”
Mimisan yang terjadi berulang-ulang pun harus diwaspadai. Pertama-tama, periksakan ke ahli THT (telinga hidung tenggorokan). Setelah dievaluasi dan ternyata terjadi infeksi lokal, dokter pasti akan mengatasi atau mengobati erosi akibat infeksi lokalnya terlebih dahulu. Mimisan ini biasa terjadi pada anak-anak yang sering mengorek-korek hidungnya dengan tangan. “Karena dikorek-korek, timbul peradangan atau kerusakan jaringan. Agar lebih pasti apa penyebab mimisannya, memang lebih baik ke dokter untuk memastikan ada-tidaknya tumor di rongga hidung. Evaluasi dini akan mempercepat penyembuhan.”
Jika tak ditemukan kelainan organik, biasanya dokter THT mengirim pasien ke ahli penyakit dalam atau hematolog (ahli darah) untuk mengecek ada-tidaknya kelainan pembekuan darah di pembuluh darah hidungnya. Gangguan pembekuan darah salah satunya terlihat dari jumlah trombosit yang terlalu sedikit. “Jika memang begitu, akan dicari tahu dulu kenapa sampai trombositnya sedikit, setelah itu baru diobati.”
Yang jelas, hinggga kini belum ada bukti atau data baru dari dunia kedokteran yang menyatakan mimisan dapat diturunkan (genetik). “Pada umumnya, mimisan terjadi secara sporadik dan bisa terjadi pada siapa saja.” Meski, kata Chospiadi, jika orangtuanya memiliki pembuluh darah yang lemah, kendati tidak mutlak, “Bisa saja salah satu anaknya akan memiliki pembuluh darah yang lemah juga. Berdasar pengalaman, mungkin saja hal itu bisa menjadi bahan pertimbangan, meski itu pun belum terbukti. Kasus yang banyak ditemui pada umumnya bersifat sporadis. Misalnya, jika gangguannya pada trombosit, salah satunya adalah penyakit ITP (immune thrombocytopenic purpura), yaitu suatu kondisi di mana trombositnya (darah merah) menurun karena dimakan oleh antibodi atau reaksi tubuhnya sendiri yang menghancurkan trombositnya.”

10 Cara Mudah Membuat Bayi Tertawa
(adapted from “97 ways to make a baby laugh” by Jack Moore)
Beberapa Aktifitas & Mamfaatnya untuk Bayi 0-3 Bulan
(adapted from “Brain Games” by Jackie Silberg)
1) Dekap dan Gendong
Hasil riset menunjukkan bahwa semakin sering seorang bayi dipeluk, didekap dan dipegang, dia akan semakin merasa aman dan mandiri setelah besar nanti.
2) Bicara dengan Nada suara ‘tinggi’ yang dibuat-buat

Bayi memberikan tanggapan yang baik tatkala orang dewasa berbicara dengan suara ‘tinggi’. Keadaan ini pada saatnya akan mengembangkan keterampilan berbahasa.
3) Menggerak-gerakkan Benda Berwarna Cerah
Sel syaraf penglihatan mulai terbentuk dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi. Sehingga aktivitas yang merangsang penglihatan bayi akan memastikan
perkembangan penglihatan yang baik, juga membantu perkembangan kapasitas otaknya.
Beberapa Aktifitas & Mamfaatnya untuk Bayi 3-6 Bulan
(adapted from “Brain Games” by Jackie Silberg)
1) Percakapan Sederhana
Pembicaran yang penuh perasan dapat mengaktifkan otak untuk melepaskan senyawa kimia yang membantu memory. Jumlah kata yang didengar bayi setiap hari

mempengaruhi kecerdasan dan keterampilan social mereka di masa depan.
2) Menggerak-gerakkan Tubuh
Mengulang-ulang keterampilan gerakan akan mengembangkan sirkuit syaraf yang bergerak dari daerah berfikir di otak, menuju pusat otak gerakan, lalu keluar ke syaraf yang menggerakkan otot. Disamping itu, kekuatan dan elastisitas otot bayi akan terlatih sehingga tidak gampang cidera.
3) Menyembunyikan Mainan
Dengan menggerakkan mainan sehingga tersembunyi dan terlihat, akan merangsang otak bayi untuk menumbuhkan rasa ingin tahu yang sangat diperlukannya untuk proses belajar kelak. Aktifitas ini juga dapat melatih koordinasi mata dan tangan, karena biasanya bayi akan terpancing untuk meraih mainan yang dijadikan obyek.
Beberapa Aktifitas & Mamfaatnya untuk Bayi 6-9 Bulan
(adapted from “Brain Games” by Jackie Silberg)
1) Bernyanyi & Mendengar Nada
Semakin awal musik diperkenalkan, seorang anak lebih berpotensi untuk memiliki kemampuan belajar yang baik. Anak-anak yang sering diajak berbicara dengan berbagai nada bicara, hampir selalu sudah fasih berbicara saat usia mereka tiga tahun.

Mendengarkan musik juga akan menjalin ulang hubungan jaringan otak, yang mana akan mempercepat proses berfikir.
2) Melihat Cermin
Bayi memerlukan pengalaman visual yang merangsang untuk memperkuat syaraf penglihatannya. Melihat ke cermin merupakan pengalaman yang menyenagkan dan memberi kesan lain kepada bayi mengenai siapa dirinya. Semakin sering bayi melihat, dia akan semakin ingin melihat.
3) Permainan Cilukba (peek-a-boo)
Pada setiap permainan cilukba, terdapat ribuan hubungan antar sel syaraf yang terbentuk atau dikuatkan. Juga menambah ‘hubungan tetap’ yang kompleks disana, dimana hubungan ini akan sulit terbentuk di usia yang lebih tua. Permainan cilukba juga mengajarkan kepada anka bahwa sesuatu yang hilang dapat saja muncul kembali, yang mana hal ini akan membantunya menghadapi
stress biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa Aktifitas & Mamfaatnya untuk Bayi 9-12 Bulan
(adapted from “Brain Games” by Jackie Silberg)
1) ‘Membaca’ Buku
Membaca dengan keras adalah hadiah yang baik untuk bayi Anda. Melibatkan ia ke dalam cerita akan lebih baik lagi. Beriakn pula pengalaman yang dapat menambah kosa kata dan percaya dirinya dengan menggunakan buku bergambar. Tunjuk sebuah gambar dan katakana apa

itu. Setelah berulang-ulang, Anda dapat balik bertanya, “ada dimana …?”
2) Bermain Ekspresi Bahagia
Dorong bayi Anda untuk mengekspresikan perasaannya lewat wajah. Cari gambar anak yang sedang tertawa dan tersenyum. Ceritakan arti dan bagusnya ekspresi tsb. Wajah yang bahagia akan terpatri dalam pikiran bayi dan akan membuat hubungan baru dalam otaknya.
3) Permainan Petak-Umpet Hide-and-Seek
Permainan ini merupakan tingkatan lebih lanjut dari permainan cilukba. Coba sembunyikan mainan bersuara dibalik selimut, atau Anda bersembunyi dan memanggilnya, lalu minta ia mencari. Permainan ini membantu anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, keterampilan memecahkan masalah, dan kelak akan berefek baik pada kemampuan matematika mereka. Permainan ini juga akan merangsang bayi untuk bergerak (merangkak atau belajar berjalan).