Arsip untuk Kategori 'MOM Tentang Ibu'

21
Jun
09

KISTA ENDOMETRIOSIS

kista

KISTA ENDOMETRIOSIS

Nyeri setiap kali  haid? Hati-hati….bisa jadi itu gejala endometriosis….tapi bisa jadi itu juga gejala kista…!!!

Rahim wanita memang unik, namun karena keunikannya itu ada beberapa penyakit yang bisa mematikan. Yang parah adalah kanker leher rahim (serviks) dan kanker radang panggul. Lalu bagaimana dengan kista dan endometriosis? Apa sih penyebabnya?

Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Endometrium  merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid. Meskipun bukan kista ganas, endometriosis perlu diwaspadai karena 26% dari kasus kista endometriosis dapat berlanjut menjadi kanker. Sayang, penyebabnya belum diketahui pasti. Endometriosis, meski sedikit, tapi kalau menyebabkan nyeri hebat setiap kali mens, tentu bisa mengganggu. Kalau endometriosis ringan, begitu hamil, biasanya endometriosisnya malah sembuh, karena endometriosis, akan  dikeluarkan selama haid. Selama tidak haid, ia biasanya mati/tidur.

Sementara kista adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar. Kista ini disebut juga kista coklat, karena di dalamnya ada cairan berwarna coklat kehitaman berasal dari darah yang mengental dan membeku.

Teori lama mengatakan bahwa salah satu penyebab kista endometriosis adalah mutasi genetik. Penyebab yang paling dicurigai adalah polutan, salah satunya adalah asbes. Oleh karena  itu, banyak kasus kista tersebut ditemui pada negara-negara industri. Bahkan, ada studi yang menemukan kasus ini kerap muncul pada perempuan karier di negara industri.

Sebenarnya setiap wanita rawan menderita penyakit ini karena setiap bulan mengalami haid. Hanya saja yang membedakannya adalah ukuran besarnya (diameter). Kista yang dianggap “aman” adalah kista yang memiliki diameter di bawah atau tidak lebih dari 4 cm, biasanya bisa sembuh dengan pengobatan terapi hormon Gn-Rh selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Obat ini bisa dikonsumsi anal ataupun disuntikkan. Kista berukuran di atas 4 cm cenderung terpuntir dan  biasanya harus diangkat melalui operasi, jika tidak di operasi maka kista bisa kekurangan oksigen sehingga timbul nyeri yang sangat.

Besar kista di atas 4 cm biasanya bukan kista folikel tapi kista fungsional. Kista folikel adalah kista yang pecah setiap menjelang masa subur. Pada saat haid, biasanya tidak ada folikel. Begitu saat haid ada massa, berarti kista fungsional. Untuk meyakinkannya, dilakukan USG saat haid.

Menurut Dr. R. Noegroho Hadi, SPOG, dokter RS Bethesda yang sering memeriksa saya, dulu kista dianggap penyakit yang “memalukan” – penyakit yang hanya diderita oleh wanita yang suka bergonta-ganti pasangan. Ini adalah anggapan yang salah. Sekarang, seorang wanita atau gadis pun bisa terkena kista endometriosis. Memang kita sulit untuk mencegahnya tapi paling tidak bisa mengurangi resikonya. Caranya dengan tidak turun naik tangga atau berolah raga ketika sedang menstruasi. Mengapa? Karena darah menstruasi bisa masuk kembali ke saluran telur (tuba falopii) dengan membawa jaringan (endometrium) dari lapisan dinding rahim sehingga jaringan tersebut menetap dan tumbuh di luar rahim. Perkembangan kista bisa sangat cepat, bisa jadi dalam hitungan bulan dapat terjadi peningkatan ukuran diameter.

Bagaimana, mengenali gejala endometriosis dan  kista? Berikut beberapa gejala yang hampir sama dan harus diwaspadai:

  1. Nyeri haid hebat dan terus menerus.
  2. Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum teraba. Tapi, semakin besar, akan makin teraba seperti ada benjolan.
  3. Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista/mioma. Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum. Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil.
  4. Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir.
  5. Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal, sehingga haid jadi lebih banyak karena kontraksi rahim berkurang atau terganggu, sehingga perdarahan saat mens lebih banyak

Untuk mengatasinya, upaya yang dilakukan sekarang lebih ke pencegahan. Misalnya menerapkan pola makan sehat,  tidak perlu makanan yang mahal-mahal, yang penting mengandung gizi yang cukup, misalnya sayur-sayuran. Sebisa mungkin usahakan mengonsumsi 4-5 jenis sayuran yang berbeda, ditambah dengan tempe, tahu atau ikan, dan pola hidup yang sehat dan baik – istirahat yang cukup dan olah raga secara teratur – serta melakukan check-up medis minimal setahun sekali untuk ibu-ibu atau wanita yang sudah pernah berhubungan seks. Dengan pemeriksaan teratur, gejala awal bisa terdeteksi lebih dini.

Written by : Any Sulianti, ST.,MM (Yogyakarta)




Arsip Artikel

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Halaman

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Mainan Edukasi-Kayu Berkualitas

ADEKA Edu Toys & Craft

Importir Woodcraft 3D Puzzle

ADEKA Edu Toys & Craft

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.